Contoh Proposal Skripsi 2

PENGARUH STRATEGI CRITICAL INCIDENT (PENGALAMAN PENTING)
TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI
(Studi di ……………….)

PROPOSAL SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Penyusunan Skripsi Pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Jurusan Tarbiyah STAI ASSALAMIYAH JAWILAN

Oleh :

_____________________
NIM…………………….

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
(STAI) …………………………………
……………….
2012
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyusun proposal skripsi dengan judul Pengaruh Strategi Critical Incident (Pengalaman Penting) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI.
Adapun penyusunan proposal skripsi ini dilakukan Sebagai Salah Satu Syarat Penyusunan Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Pada Program S1 Tarbiyah di Sekolah Tinggi Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) ………………………………. dan selanjutnya proposal ini sebagai pertimbangan pihak terkait untuk dilanjutkan kebentuk skripsi.
Penulis menyadari akan kekurangan dalam penyusunan proposal skripsi ini, oleh karena itu bimbingan dan arahan dari berbagai pihak sangat peneliti harapkan demi hasil penelitian yang lebih baik.
Akhirnya penulis ucapkan terima kasih kepada ketua dan civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) ………………………………. yang senantiasa memberikan arahan dan bimbingan kepada penulis. Semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis umumnya bagi pembaca.

Jawilan, Oktober 2012
Penyusun.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
A. Latar Belakang Masalah 1
B. Rumusan Masalah 8
C. Batasan Masalah 9
D. Tujuan Penelitian 9
E. Kegunaan Penelitian 10
F. Hipoptesis Penelitian 10
G. Sistematika Penelitian 11
DAFTAR PUSTAKA 13

PROPOSAL SKRIPSI
PENGARUH STRATEGI CRITICAL INCIDENT (PENGALAMAN PENTING)
TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI

A. Latar Belakang Masalah
Dengan bergulirnya otonomi pendidikan poin yang mendominasi pendidikan adalah “relevansi” pendidikan, yaitu perlunya penyesuaian dan materi program pendidikan agar secara lentur bergerak sejalan dengan tuntutan dunia kerja serta tuntutan masyarakat yang berubah secara terusmenerus, hal ini bertujuan untuk menghadapi tantangan globalisasi yang menuntut kualifikasi tertentu serta petumbuhan dan perkembangan berbagai bidang, setiap jenis-jenis dan jenjang-jenjang pendidikan perlu terus diorientasikan pada upaya tidak hanya menguasai kemampuan akademik dan keterampilan saja, tetapi juga kompetensi dalam bidang keterampilan genetik, yang meliputi manajemen diri, keterampilan komunikasi, manajemen orang lain dan tugas, serta kemampuan memobilisasi inovasi dan perubahan.
Dalam kehidupan di suatu Negara, pendidikan mempunyai peranan penting untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia, hal itu tercantum dalam Undang-Undang pendidikan RI No.20 tahun 2003 Bab II pasal 3 yang berbunyi: “Pendidikan nasional berfungsi menggambarkan kemampuan dan pembentukan watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab ”.
Tidak hanya pendidikan secara nasional tetapi pendidikan Islam juga sangat berperan dalam mengembangkan potensi manusia, dan dewasa ini pendidikan Islam secara kuantitatif bisa dikatakan maju, hal ini bisa dilihat dari menjamurnya lembaga pendidikan Islam, mulai dari sekolah kanak kanak hingga perguruan tinggi Islam, baik yang dikelola swasta maupun yang dikelola pemerintah. Kendati demikian secara kualitas pendidikan Islam masih harus terus berbenah mencari format yang tepat untuk dikembangkan lagi sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.
Pendidikan agama (Islam) memang merupakan salah satu komponen wajib dari isi kurikulum setiap jenjang pendidikan sebagai mana yang telah diisyaratkan oleh Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 1989. Dengan demikian, pendidikkan Islam diakui secara jelas. Akan tetapi persoalan yang muncul adalah apakah pendidikan Islam mampu menempatkan diri pada posisi yan tepat serta bagaimana strategi yang efektif dan efisien untuk diterapkan sehingga mampu mewujudkkan sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam konteks ini, sumberdaya yang diharapkan adalah sumberdaya yang mampu membangun diri sendiri dan bangsa.

Membangun masyarakat menjadi SDM yang berkualitas memang bukan suatu pekerjaan yang mudah. Karena itu, faktor pendidikan merupakan tiang pancang dalam hal ini. Bahwa pendidikan adalah salah satu aspek social budaya yang berperan sangat strategis dalam pembinaan sebuah keluarga, masyarakat dan bangsa. Hanya saja, yang perlu diperhatikan adalah mesti
dilaksanakan secara sadar, sistematis, terarah dan terpadu.
Sebagai bentuk pendidikan yang berbasiskan agama, pendidikan Islam jelas memiliki mata rantai tranmisi spiritual yang lebih nyata dalam proses pengajarannya dibandingkan pendidikan umum. Karena itulah, pendidikan Islam menanggung beban yang cukup berat, sebab harus memadukan unsure profane dan imanen. Dengan pemaduan ini diharapkan tujuan pendidikan
Islam bisa terwujud, Yakni melahirkan manusia yang beriman dan berilmu pengetahuan.
Sebagai mana yang di katakan bahwa pendidikan adalah factor yang yang penting untuk mengembangkan SDM, maka sangat jelas bahwa pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk menumbuh kembangkan potensi sumber daya manusia peserta didik dengan cara mendorong dan memfasilitasi kegiatan belajar mereka, secara detail seperti apa yang telah
tercantum dalam undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 Bab 1, bahwa “Pendidikan didefinisikan sebagai usaha sadar yang terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses belajar agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
Dalam hal ini tentu saj diperlukan adanya pendidik yang profesional terutama guru disekolah dasar, menengah, dan dosen diperguruan tinggi.
Pendidikan begitu pentingnya dalam kehidupan manusia, maka diatur sedemikian rupa agar dapat membantu kehidupan manusia, semua hal dan komponen yang berhubungan dengan pendidikan selalu diperhatikan dan dipertimbangkan agar tercipta pendidikan yang bermutu mulai dari peserta didik, pendidik, apa yang diajarkan sampai pada masalah sarana prasarana
diatur sedemikian rupa agar tidak ada cela dan cacat yang dapat membuat pendidikan terganggu yang akhirnya tidak sesuai dengan harapan awalnya.
Dalam sebuah pendidikan, banyak sekali hal hal yang sangat mempengarui berhasil tidaknya suatu pendidikan itu, antara lain adalah proses belajar mengajar, padahal selama ini salah satu yang dihadapi oleh pendidikan kita adalah lemahnya proses pembelajaran, selama ini Sebagian besar pendekatan pendidikan di sekolah-sekolah berpusat pada guru yang berarti semua mengarah pada guru. Jika kita tinjau lebih jauh pada pendekatan tersebut siswa lebih banyak mendengar, menghafal bahan-bahan yang diberikan oleh gurunya dan mengulanginya pada waktu ujian. Hal ini akan mengakibatkan siswa menjadi pasif. Proses belajar ini terkadang kurang memperhatikan perbedaan-perbedaan individu siswanya. Karena guru hanya menuntut agar siswanya menerima semua materi yang disampaikan dan berhasil dalam ujian tanpa memperhatikan sisi lain kebutuhan siswa. Untuk mengaktualisasikan diri mengembangkan semua potensi yang dimiliki, mengembangkan daya nalar dalam mengembangkan pengetahuan yang diterima.
Hasil dominan guru adalah siswa cenderung kurang semangat belajar atau kurang motivasi belajar. Karena siswa akan belajar mengikuti instruksi dan menyelesaikan sendiri sesuai dengan perintah-perintah guru. Bahkan siswa cenderung menghafal pelajaran dengan baik untuk mendapatkan nilai yang diharapkan.
Pada abad 20, teacher centered method tidak mampu lagi mendorong motivasi siswa kepada tujuan-tujuan utama pendidikan yaitu :
“Kesanggupan berpikir secara kritis dan positif, perkembangan disiplin diri, bekerja sama dengan orang lain secara efektif, bertanggung jawab diri sendiri dan orang lain”.
Hasil dari dominasi guru atau teacher centered method yang sudah disebutkan. Dan semua itu sangat berlawanan dengan tujuan utama pendidikan diatas, yang terpenting dalam proses belajar mengajar adalah terciptanya suasana belajar yang baik, tidak didominasi yang berlebihan dari pihak guru maupun siswanya.
Selain pendekatan strategi dan strategi pembelajaran merupakan prinsip-prinsip yang mendasari kegiatan dan mengarahkan perkembangan peserta didik dalam proses pembelajaran memegang peranan penting dalam menciptakan mutu pendidikan dan hasil belajar yang maksimal.
Para ahli teori teori belajar telah mencoba mengembangkan berbagai cara pendekatan system pengajaran atau proses belajar mengajar, berbagai system pengajaran yang menarik akhir-akhir ini diantaranya adalah strategi pembelajaran aktif.
Pembelajaran aktif adalah suatu pembelajaran yang mengajak peserta didik belajar secara aktif, ketika peserta didik belajar dengan aktif, berarti mereka yang mendominasi aktifitas pembelajaran dan mereka secara aktif menggunakan otak baik untuk menemukan ide pokok dari materi pelajaran, Memecahkan persoalan, atau mengaplikasikan apa-apa yang baru mereka pelajari kedalam suatu persoalan yang ada dalam kehidupan nyata. Dengan belajar aktif ini, peserta didik diajak untuk turut serta dalam semua proses pembelajaran, tidak hanya mental akan tetapi juga melibatkan fisik, dengan cara ini biasnya peserta didik akan meraskan suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar bisa dimaksimalkan.

Dan untuk menyikapi fenomena yang ada, para praktisi pendidikan dan khususnya para pemerintah telah berusaha untuk menghidupkan kembali aktifitas pendidikan melalui cara-cara pendidikan yang betul-betul mencerdaskan dan dapat dinikmati anak, dan dalam hal ini strategi
pembelajaran aktif sangat diperlukan dalam oleh peserta didik untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal.
Hisyam Zaini dalam bukunya strategi pembelajaran aktif menyebutkan empat puluh empat model strategi pembelajaran aktif yang dapat digunakan oleh pendidik, dan salah satu strategi yang mengaktifkan siswa mulai dalam proses belajar mengajar adalah strategi critical incident (pengalaman penting) yaitu strategi untuk mengaktifkan siswa sejak dimulainya pembelajaran yang mana siswa harus mengingat dan mendiskripsikan pengalaman masa lalunya yang sesuai dengan topic materi yang disampaikan. Dengan strategi ini peserta didik terlibat langsung secara aktif dan dapat membantu siswa dalam berkonsentrasi, mengajukan pendapat, bertanya dan menjawab pertanyaan, serta menggugah diskusi.
Strategi critical incident ( Pengalaman Penting) adalah strategi untuk mengaktifkan siswa sejak dimulainya pembelajaran yaitu strategi yang mana siswa harus mengingat dan mendiskripsikan pengalaman masa lalunya yang sesuai dengan topik materi yang disampaikan.
Dengan adanya strategi tersebut dalam pendidikan agama Islam, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “PENGARUH STRATEGI CRITICAL INCIDENT (PENGALAMAN PENTING) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI” (Studi di ……………….).

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, penulis mengajukan rumusan masalah yang ingin di jawab dalam penelitian ini, sebagai berikut :
1. Bagaimana penggunakan strategi critical incident (pengalaman penting) di ………………. ?
2. Bagaimana hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI di ……………….?
3. Adakah pengaruh strategi critical incident (pengalaman penting) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI di ……………….?

C. Batasan Masalah
Sesuai dengan rumusan masalah diatas, maka studi ini dibatasi pada masalah bagaimman pengaruh strategi critical incident (pengalaman penting) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI materi sujud syukur dan sujud tilawah di ………………..

D. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah pangkal dari sebuah usaha, Oleh karena itu perlu disebutkan lebih jelas. Tujuan yang akan dicapai penulis dalam pembahasan ini secara umum adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui penggunakan strategi critical incident (pengalaman penting) di ………………..
2. Untuk mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI di ………………..
3. Untuk mengetahui pengaruh strategi critical incident (pengalaman penting) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI di ………………..

E. Kegunaan penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi:
1. Akademik Ilmiah
a. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai karya ilmiyah dalam upaya mengembangkan kompetensi penulis serta untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan studi program sarjana strata satu (S1).
b. Penelitian ini diharapkan dapat memperbanyak khazanah ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang pendidikan.
2. Sosial Praktis.
a. Sebagai bahan masukan dalam rangka kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam, khususnya pada mata pelajaran PAI di MTS Ihyaul Ulum Dukun Gresik.
b. Penelitian ini sebagai sumbangan pemikiran bagi para praktisi yang berkecimpung di dunia pendidikan.
c. Bagi sekolah dan instansi-instansi pendidikan pada umumnya merupakan kontribusi tersendiri, atau minimal dijadikan referensi tambahan guna menDukung trecapainya proses evaluasi yang lebih baik yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

F. Hipotesis Penelitian
Hipotesa adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melaui data yang terkumpul. Sedangkan Sutrisno Hadi, hipotesis adalah dugaan yang mungkin benar atau salah, dia akan ditolak jika salah atau palsu dan akan di terima jika fakta-fakta membenarkannya.
Sehubungan dengan rumusan masalah yang dikemukakan, maka terdapat dua hipotesis dalam penelitian ini yang perlu dibuktikan kebenarannya yaitu :
Ho : tidak ada pengaruh penerapan strategi critical incident (pengalaman penting) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI di ………………..
H1 : Terdapat pengaruh penerapan startegi critical incident (pengalaman penting) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI di ………………..

G. Sistematika Penelitian
Sistematika pembahasan dalam penelitian ini terbagi kedalam lima bab, sebagai berikut :
Bab I adalah Pendahuluan ; terdiri atas Latar Belakang Masalah, Identifikasi Masalah, Perumusan Masalah, Pemecahan Masalah, TujuanPenelitian, Manfaat Penelitian, dan Sistematika Penelitian.
Bab II adalah Kajian Pustaka; terdiri atas strategi critical incident (pengalaman penting), hasil belajar siswa, dan Mata Pelajaran PAI.
Bab III adalah Metode Penelitian; terdiri atas Pendekatan Penelitian, Kancah Penelitian, Metode Penelitian dan Rancangan Siklus Penelitian, Subyek Penelitian, Prosedur Penelitian, Teknik Pengumpulan Data, Instrumen Pengumpulan data, Teknik Pengumpulan data, dan Analisis Data.
Bab IV adalah Hasil Dan Pembahasan Penelitian ; terdiri atas Deskripsi Hasil Penelitian, dan Pembahasan.
Bab IV adalah Kesimpulan Dan Saran-Saran; terdiri atas Kesimpulan, dan Saran-saran.

DAFTAR PUSTAKA

Abu Ahmadi, 1991. Psikologi Belajar, Jakarta: Rieneka Cipta

Ahmad Sabri, 2005. Strategi Belajar Mengajar dan Micro Teaching, Ciputat: Quantum Teaching

Amir Daien Indrakusuma, 1998. Pengantar Ilmu Pendidikan, Surabaya: Usaha Nasional

Anas Sudijono, 1996. Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada

Burhan Bungin, 2005. Metode Penelitian Kuantitatif, Jakarta: Prenada Media

Binti Aqidah, Penerapan Metode Problem Possing Berbasis Diskusi Dalam Pembalajaran

B. Adam. Manajemen Pembelajaran. 2012. Diakses dari : http://ghufroon-nuddaroin.blogspot.com/2009/02/manajemen-pembelajaran.html. Pada tanggal. 20 Oktober 2012

Cholid Narbuko dan Abu Ahmadi, 1997. Metodologi Penelitian,Jakarta: Bumi Aksara

Dalyono, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Rieneka Cipta

Departemen Agama, tt. Al-qur’an dan Terjemahannya, Jawa Tengah: Mubarokatan Toyyibah

Dewi Ketut Sukardi, 1983. Bimbingan Dan Penyuluhan Belajar,Surabaya: Usaha Nasioal

Dede Rosyada, et. al., 2004. Pendidikan Kewargaan, Jakarta: Prenada Media

Departemen Agama, 2005. Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran Tematik,Jakarta: Direktorrat Jendral Kelembagaan Islam

Depdikbud, 1976. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka

Farida Rahim, 2005. Pengajaran Membaca Disekolah Dasar, Jakarta :Bumi Aksara

Hisyam Zaini Dkk, 2008. Strategi Pembelajaran Aktif, Yogyakarta: Pustaka Insane Madani

Hartono, 1996. Kamus Praktis Bahasa Indonesia, Jakarta: Rienika Cipta

Hakimin, 2009. Jurnal Pendidikan Islam, Balikpapan: STAI Balikpapan

Ismail, 2008. Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Paikem,Semarang : Rasail Media Group
Koestoer Partowisastro, 1983. Dinamika Dalam Psikologi Pendidikan,Jakarta: Erlangga

Mardalis, 1995. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal,Jakarta: Bumi Aksara

Margono, 1997. Metodologi Penelitian, Jakarta: Rineka Cipta

Melvin L Silberman, 2006. Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif, Bandung: Nusa Media

M Nasir, 1988. Metode Penelitian, Jakarta: Ghalia

Muhibbin Syah, 2002. Psikologi Belajar, Jakarta: Raja Grafindo Persada

____________, 2008. Psikologi Pendidikan,Bandung :Remaja Rosdakarya

Muhammad Uzer Ustman, 1993 Upaya Optimamlisasi Kegiatan Belajar Mengajar, Bandung,: Remaja Rosydakarya

Nasution, 1991. Asas Asas Kurikulum,Bandung : Pt : Jammars

Nana Sudjana, 1995. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Jakarta: Bumi Akasara

______________, 1997. Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiyah, Bandung: Sinar Baru Algesindo

Oemar Hamalik, 1995. Kurikulum Dan Pembelajaran, Jakarta: Bumi Aksara

Pangestu subagyo, 2005. Statistika Induktif, Yogyakarta: BPFE-Ikappi

Peraturan Menteri Agama RI, No 2 Tahun 2008 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Dan Standar Isi Pendidikan Agama Island Dan Bahasa Arab Di Madrasah, (Mapemda Kanwil Depag.Prof Jawa Timur, Diirektora Jendral Pendidikan Islam,2008)

Syaharuddin, Mengurangi kebosanan siswa melalui berbagai metode.Diakses dari : http :/syaharuddin. WordPress.com/2008/04/25/mengurrangi kebosanan siswa melalui berbagai metode mengajar /. Pada tanggal. 19 Oktober 2012

Suharsimi Arikonto, 1987.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta : Bina Aksara

Sutrisno Hadi, 1991. Metodologi Reseach,Yogyakarta: Andi Offset, Jilid 3

___________, 1989 Metodologi Reseach,Yogyakarta: Andi Offset

___________, 2005.Revolusi Pendidikan Di Indonesia,Yogyakarta: Ar Ruzz

Sudjana, 1992 Metode Statistika, Bandung: Tarsitor

Sumadi Suryabrata, 2008.Psikologi Pendidikan, Jakarta : Raja Grafindo Persada

Slameto, 1991. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinyya, Jakarta: Rineka Cipta

Syaiful Bahri Djamarah, 1996.Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : Rieneka Cipta

Suwardi, 2007.Manajemen Pembelajaran,Surabaya: Jp Books

Undang-undang RI, 2003.Tentang System Pendidikan Nasional, Bandung: Citra Umbara

Winkell, 1991.Psikologi Pengajaran, Jakarta: Grafindo Persada

Tentang kreatifitasdircom

make up cretivity
Pos ini dipublikasikan di Tentang Internet. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Contoh Proposal Skripsi 2

  1. Ping balik: DOWNLOAD SKRIPSI PAI | Kreatifitasdircom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s