Polri VS KPK : Kepolisian Melawan Hukum, SBY Menikmatinya?

Sumber : Kompasiana

Melanjutkan tulisan sebelumnya terkait masalah dugaan korupsi simulator SIM roda dua dan empat yang dilakukan oleh Irjen(Pol)Djoko Susilo,Mantan Kepalan Korlantas Polri dan Wakilnya Brigjen(Pol)Didik Purnomo kelihatannya akan berbuntut panjang.Karena pihak kepolisian kelihatannya secara terang-terangan melawan hukum ,terutama UU no.30 tentang KPK tahun 2002.Pasal 50 Ayat  1,3 dan 4 dan  Pasal 8 Ayat 3 juga Pasal 9 tersebut.

Pihak kepolisian telah melakukan kesalahan besar dengan menyidik sendiri tersangka pelaku tindak pidana korupsi ,meskipun hal itu merupakan wewenang KPK sebagai tercantum dalam UU tersebut diatas. Padahal seharusnya kepolisian sebagai salah satu institusi penegak hukum perlu memberi suri teladan yang baik bagi bangsa Indonesia,tetapi yang terjadi justeru sebaliknya mereka menantang hukum yang ada demi kepentingannya snediri.

Menurut laporan sekarang,bahwa yang diduga pelaku tindak pidana korupsi  simuklator SIM roda dua dan empat tersebut sudah ditahan oleh pihak kepolisian dan dititipkan dirumah tahanan negara Brimob Kelapa dua  Jakrta  .Irjen (Pol)Djoko Susilo sudah dinon aktifkan dari jabatannmya sebagai Gubernur Akpol ,untuk memudahkan proses penyidikannya.Sementara  Brijen(Pol)Didik Purnomo juga sudah di Rutan-kan di Kelapa dua.

Namun demikian ketegangan tidak terilakkan sebagai ekses perteruan KPK-Polri,yang kononnnya tersiar berita sejak Jum’at lalu bahwa pihak kepolisian akan mendatangi KPK .Karenanya KPK bertindak cepat  sebagai langkah antisipasi  terhadap  sesuatu yang tidak diinginkan  ,maka pintu KPK dijaga ketat oleh puluhan personil keamanan dan digembok pula.Sementara itu bagi aparat keamanan yang sedang cutipun dihimbau supaya selalu siaga bilka dibutuhkan supaya siap meluncur ke KPK.Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dan untuk menghadapi segala kemungkinan terbutuk sekalipun.

Mengamati kostalasi seperti itu masalah perseteruan antara Polri-KPK berarti sangat serius ,meskipun SBY belum kedengaran komentarnya ,serta belum kita ketahui posisi dan sikapnya dalam menanggapi persoalan serius itu.Apakah memang SBY sangat menikmatinya,ataupun sengaja memelihara berbagai kasus-kasus sebagai strategi pengalihan perhatian rakyat dari kegagalannya mengelola negara kepada masalah  serius  perseteruan Polri dan KPK itu.

Sebagai kepala negara dan juga kepala pemerintahan semestinya SBY tidak akan membiarkan masalah semacam itu berlarut-larut ,karena sangat berbahaya bagi sebuah negara Indonesia.Ataupun  ada kepentingan lain dibalik itu semua ,terutama untuk mengabaikan skandal Century ,Hambalang yang banyak terkait dnegan Partai demokrat yang SBY sendiri sebagai Ketua Dewan Pembinanya.Sangat ironi melihat sebuah negara yang besar seperti ini,namun tidak ditunjangi oleh suatu kepemimpinan nasional yang arif dan bijaksana.

Para aparat penegak hukum justeru yang melakukan hukum itu sendiri,lalu siapa yang bisa dipercayai oleh bangsa Indonesia .Kepolisian telah melanggar hukum,karena pemeriksaan terhadap pelaku tindak pidana korupsi  yang menujrut hukum merupakan wewenang KPK tetapi diserobot oleh kepolisian. Dalam konteks ini bangsa Indonesia perlu selalu mendukung KPK ,mengawalnya supaya proses peegakan hukum di negara kesatuan Republik  Indonesia relatif lebih baik dari sebelumnya.

Tentang kreatifitasdircom

make up cretivity
Pos ini dipublikasikan di news letter. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s