Oleh: kreatifitasdircom | Januari 12, 2013

Contoh proposal skripsi 3

PENGARUH PENGGUNAAN LEMBAR KERJA SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI PAI

(Studi di SD __________________ )

PROPOSAL SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Penyusunan Skripsi Pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Jurusan Tarbiyah STAI Assalamiyah Jawilan

 

Oleh :

_______________

                   NIM.

                                   SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM                             

(STAI) _____________________-

__________

2012

KATA PENGANTAR

 

Segala puji bagi Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyusun proposal skripsi dengan judul Pengaruh Penggunaan Lembar Kerja Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Bidang Studi PAI.

Adapun penyusunan proposal skripsi ini dilakukan Sebagai Salah Satu Syarat Penyusunan Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Pada Program S1 Tarbiyah di Sekolah Tinggi Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Assalamiyah Jawilan Serang dan selanjutnya proposal ini sebagai pertimbangan pihak terkait untuk dilanjutkan kebentuk skripsi.

Penulis menyadari akan kekurangan dalam penyusunan proposal skripsi ini, oleh karena itu bimbingan dan arahan dari berbagai pihak sangat peneliti harapkan demi hasil penelitian yang lebih baik.

Akhirnya penulis ucapkan terima kasih kepada ketua dan civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Assalamiyah Jawilan Serang yang senantiasa memberikan arahan dan bimbingan kepada penulis. Semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis umumnya bagi pembaca.

 

                                                                                                                                Jawilan,   November 2012

                                                                                                                                Penyusun.

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………………..   ii

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………….   iii

A.  Latar Belakang Masalah ……………………………………………………………………….   1

B.  Batasan Masalah  ………………………………………………………………………………..   9

C.  Tujuan Penelitian  ……………………………………………………………………………….   9

D.  Kegunaan Penelitian ……………………………………………………………………………..   10

E.  Hipoptesis Penelitian ……………………………………………………………………………..   11

FSistematika Penelitian ……………………………………………………………………………   12

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………………   13

 

 PROPOSAL SKRIPSI

PENGARUH PENGGUNAAN LEMBAR KERJA SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI PAI

 

A.   Latar Belakang Masalah

Proses belajar mengajar merupakan proses interaksi edukatif yang akan membawa peserta didik pada dunia baru yang belum pernah dialami sebelumnya.[1] Interaksi edukatif sebagaimana interaksi sosial secara umum melibatkan seluruh aspek komunikasi secara keseluruhan, yaitu komunikasi verbal dan non verbal untuk menyampaikan suatu pesan kepada orang lain.

Dalam interaksi atau komunikasi terdapat tiga elemen, yaitu komunikator (orang yang menyampaikan pesan), komunikan (orang yang menerima pesan) dan pesan itu sendiri. Jika salah satu dari tiga elemen tersebut tidak ada maka penyampaian pesan atau interaksi sebagai tujuan utama tidak dapat tercapai dengan baik.

Bahkan sekalipun ketiga elemen tersebut sudah komplit, jika terdapat kelemahan pada salah satu elemen tersebut, maka interaksi tidak berjalan dengan optimal. Dalam konteks pembelajaran atau proses belajar-mengajar, ketiga elemen tersebut adalah guru, siswa dan materi pelajaran. Ketiga hal ini menentukan hasil belajar baik atau tidak. Pesan pembelajaran yang ingin disampaikan dapat dipahami dengan baik atau tidak.

Dalam interaksi edukatif, pesan dapat berupa uraian tentang topiktopik tertentu. Arahan guru terhadap siswa tentang mempelajari topik-topik tertentu dan daftar pertanyaan tentang topik yang sudah dipelajari siswa, serta umpan balik dan informasi mengenai hal-hal yang diperlukan.[2]

Interaksi edukatif secara formal umumnya dilaksanakan di kelas.Otomatis ruang dan waktu belajar secara intensif yang dimiliki terbatas. Sehingga keberadaan tiga elemen tersebut kurang memadai untuk mencapai proses interaksi edukatif atau pembelajaran yang optimal. Oleh karena itu dibutuhkan media yang dapat digunakan oleh guru maupun siswa untuk mempermudah penyampaikan materi pembalajaran terhadap siswa. Agar siswa bisa lebih mudah memahami materi pelajaran tersebut.[3] Tuntutan penggunaan media pembelajaran bagi seorang guru dapat mempermudah penyampaian pembelajaran kepada siswa juga relevan dengan ayat Al-Quran surat An-Nisa ayat 58 yang berbunyi sebagai berikut:

 Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberikan pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah maha mendengar lagi maha melihat

 Secara umum fungsi dasar media pembelajaran ada tiga:

  1. Menghemat waktu guru dalam mengajar. Dengan adanya media pembelajaran seorang guru dapat mempercepat proses belajar mengajar.
  2. Karena waktu yang terlalu lama apalagi dilalui dengan proses yang monoton, kegiatan belajar mengajar akan membosankan. Lebih-lebih kepada siswa.
  3. Mengubah peran guru dari seorang pengajar menjadi seorang fasilitator.
  4. Dengan menjadi fasilitator, proses belajar mengajar menjadi lebih santai dan partisipatif. Karena tidak hanya guru yang harus banyak bicara menjelaskan banyak hal. Tetapi siswa juga berperan aktif untuk menjelaskan suatu hal atau mengutarakan pendapat dan opininya.
  5. Meningkatkan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan interaktif.

Proses belajar mengajar yang berjalan secara efektif dan interaktif akan membawa pada hasil belajar yang lebih optimal. Tujuan belajar yang ditargetkan dapat dicapai dengan baik sebagaimana direncanakan sebelumnya.[4]

Selain itu, media pembelajaran juga dapat mendorong keaktifan siswa di kelas. Karena semestinya siswa tidak semata-mata hanya menerima penjelasan dari seorang guru. Tetapi siswa juga terlibat secara aktif untuk mengutarakan pemikiran dan pemahamannya sendiri.

Agar siswa dapat berperan aktif dalam proses belajar di kelas, siswa membutuhkan dorongan untuk mempelajari sendiri mata pelajaran melalui meda-media yang telah disediakan sebelum masuk ke dalam kelas. Sedikitnya siswa sudah dapat mencerna gambaran umum dari materi yang akan dijelaskan oleh guru. Otomatis proses pembelajaran akan lebih efektif. Karena proses yang berjalan di kelas lebih pada peningkatan pemahaman saja. Karena siswa umumnya sudah memahami topik pembahasan secara umum. Guru tinggal memperjelas secara rinci serta mengembangkan penjelasan dalam kaitannya dengan berbagai aspek kehidupan. Media pembelajaran, selain untuk mendorong efektifitas proses belajar mengajar juga dapat berfungsi sebagai media evaluasi untuk mengukur capaian hasil belajar. Sejauh mana sasaran belajar suatu rangkaian pelajaran dapat dicapai.[5] Atau yang dikenal dengan istilah tes formatif.[6] Di mana pada materi pelajaran yang terus berkesinambungan dan terus berlanjut dari waktu ke waktu, terdapat tes yang dilakukan secara berkala maupun rutin untuk mengukur capaian secara rinci pada setiap bagian atau sub bab mata pelajaran.

Satu contoh, setelah materi pelajaran disampaikan, seorang siswa harus mampu mengerjakan tugas soal-soal. Baik soal-soal pilihan ganda maupun soal-soal isian atau essay. Dengan ketentuan misalnya, harus ditulis, tidak boleh ada yang salah, harus selesai dalam jangka waktu tertentu dan lain sebagainya.

Sedangkan Nursisto mengistilahkan strategi pembelajaran dengan menjawab pertanyaan ini dengan bank soal.[7] Di mana dalam setiap tahapanpelajaran yang disampaikan, seorang guru harus menyiapkan pertanyaan sebanyak-banyaknya yang berkaitan dengan mata pelajaran yang dibahas di kelas untuk dijawab oleh semua siswa di masing-masing kelas.

Berbagai konsep media pembelajaran yang dicetuskan oleh pakar pendidikan dari segala penjuru dunia tidak lain untuk meningkatkan kualitas hidup siswa sebagai generasi masa depan. Dan kualitas hidup yang baik dapat ditempuh melalui dunia pendidikan; melalui serangkaian interaksi edukatif yang selama ini lebih banyak berlangsung di sekolah-sekolah.

Pelajaran yang ditangkap secara sepintas oleh siswa, jika siswa tidak didorong agar mendalami atau mempelajari kembali materi pelajaran yang telah disampaikan tersebut, siswa akan lupa terhadap pokok-pokok pembahasan yang telah dipelajari. Apalagi penjelasan pelajaran yang konvensional, yang lumrah dilakukan selama ini adalah dengan metode ceramah.

Pengetahuan yang ditangkap dari mendengar secara serius atau membaca itu masih kalah efektif dengan metode visual yang menggunakan gambar, cerita, dongeng, film maupun metode bermain. Karena matode yang terakhir ini tidak membosankan bagi siswa dan menarik perhatian. Sehingga tanpa disuruh atau dipaksa sekalipun, siswa dapat fokus dengan sendirinya terhadap pokok pembahasan yang sedang berlangsung.

Oleh karena sekolah-sekolah formal tidak banyak melakukan terobosan dalam inovasi media pembelajaran, untuk memperkuat ingatan siswa, diperlukan media yang dapat mendorong atau lebih ekstrim lagi dengan menuntut siswa untuk kembali mengingat-ingat pelajaran yang telah dijelaskan sebelumnya. Sehingga pemahaman terhadap materi pelajaran tetap melekat dalam ingatan siswa.

Dari konsep besar di atas munculah Lembar Kerja Siswa sebagai media pembelajaran yang instan untuk menguji kemampuan dan pemahaman siswa dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan. Karena di dalam Lembar Kerja Siswa LKS kurang lebih 90 % dari isi keseluruhan buku adalah soalsoal.

Baik pilihan ganda maupun soal isian yang tidak tersedia jawabannya. 10 % sisanya terdiri dari rangkuman pokok pembahasan secara singkat.

Dengan menggunakan LKS guru tidak lagi harus bersusah-susah untuk mengumpulkan soal-soal atau pertanyaan. Dengan media itu guru hanya dituntut fokus memberikan pemahaman mata ajar yang telah ditentukan secara maksimal. Untuk evaluasi maupun tes hasil belajar, guru cukup menginformasikan dan mengarahkan terhadap soal-soal yang telah tersedian di dalam LKS. Karena kurang lebihnya LKS berperan sebagai pemandu siswa dalam melaksanakan tugas belajar baik secara idividu maupun kelompok.[8]

LKS sebagai turunan dari konsep besar menjawab pertanyaan, merupakan media penting untuk mengukur pemahaman siswa secara kognitif.

Menggunakan LKS berarti memfasilitasi siswa dapat menjawab soal-soal tentang mata pelajaran yang telah dipelajari. Dengan adanya LKS siswa dapat memahami materi pelajaran secara keseluruhan dengan lebih mudah.[9] Karena menjawab soal-soal dalam LKS sama halnya dengan mempelajari tentang suatu hal secara berulang-ulang. Tentunya siswa akan memahami secara mendalam.

Menjadikan LKS sebagai instrumen kegiatan belajar mengajar merupakan strategi yang efektif untuk melatih ingatan siswa dalam menguasai materi pelajaran. Karena saat menggunakan LKS, siswa difokuskan untuk menjawab soal-soal yang telah tersedia.

Sedangkan terkait kualitas dan mutu LKS, Hiba Siasiati meneliti LKS yang umum digunakan di sekolah-sekolah. Yaitu LKS yang diterbitkan Erlangga dan Emma. Dari hasil penelitian tersebut terbitan Erlangga lebih bermutu dibandingkan terbitan Emma. Hal ini penting untuk dijadikan referensi oleh sekolah dalam rangka memilih LKS.[10]

Menurut beberapa pakar pendidikan, menjawab pertanyaan merupakan kunci belajar.[11] Secara praktis, LKS biasanya digunakan setiap akhir penyampaian suatu mata ajar, baik dengan dijawab secara langsung di kelas maupun dijadikan pekerjaan rumah.

Dalam hal ini penulis akan melakukan penelitian dengan judul Pengoptimalan Penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai Sarana Peningkatan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam di SD Negeri Cicalung – Jawilan .

Sebagaimana sekolah-sekolah umum di Indonesia, SD Negeri Cicalung – Jawilan memasukkan pendidikan Agama Islam sebagai materi penunjang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mayoritas beragama Islam. Bahkan dapat dipastikan semua siswa di SD Negeri Cicalung – Jawilan terdiri dari penduduk Muslim.

Penulis tahu betul bagaimana pentingnya pendidikan agama Islam terhadap siswa SD Negeri Cicalung – Jawilan. Masyarakat Jawilan biasanya menyekolahkan anaknya pagi hari dan sore hari di sekolah yang berbeda. Pagi hari untuk sekolah formal yang lumrahnya sekolah umum. Sedangkan di sore hari menyekolahkan anaknya di Madrasah-madrasah yang khusus untuk pendidikan keagamaan.

Dari tahun ke tahun menurut informasi yang penulis dapat dari cerita dan obrolan teman-teman sepermainan masa lalu sesama alumni SD Negeri Cicalung – Jawilan, sampai saat ini secara kuantitas semakin maju. Karena setiap tahun jumlah siswa selalu meningkat. Hal ini yang juga mengetuk hati penulis untuk melakukan penetilian secara serius di sana. Tentunya dalam upaya meningkatkan prestasi pendidikan agama Islam siswa secara kualitatif.

Yakni bertolak dari kebutuhan masyarakat. Sehingga usaha keras para orang tua siswa untuk memenuhi kebutuhan pendidikan keislaman tidak sia-sia.

Untuk mengoptimalkan pengajaran pendidikan agama Islam, SD Negeri Cicalung – Jawilan menggunakan LKS sebagai media penunjang untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Tetapi untuk menguji kemampuan dan pemahaman pendidikan keagamaan yang telah dipelajari. Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka penulis memilih judul “Pengaruh Penggunaan Lembar Kerja Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Bidang Studi PAI” (Studi di SD Negeri Cicalung-Jawilan).

 

B.   Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, penulis dapat merumuskan beberapa masalah antara lain adalah:

  1. Bagaimana penggunaan media LKS Pendidikan Agama Islam di SD Negeri Cicalung – Jawilan?
  2. Bagaimana prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SD Negeri Cicalung – Jawilan?
  3. Bagaimana pengaruh penggunaan lembar kerja siswa terhadap peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SD Negeri Cicalung – Jawilan pada ?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini sebagaimana rumusan masalah di atas adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui penggunaan media LKS Pendidikan Agama Islam di SD Negeri Cicalung – Jawilan
  2. Untuk mengetahui prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SD Negeri Cicalung – Jawilan
  3. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan lembar kerja siswa terhadap peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SD Negeri Cicalung – Jawilan pada

 

D.  Kegunaan Penelitian

Penelitian ini diharapkan akan bermanfaat bagi pihak-pihak terkait baik secara teoritis maupun praktis.

Secara teoritis penelitian ini akan bermanfaatkan sebagai media diseminasi informasi tentang penggunaan LKS Pendidikan Agama Islam untuk meningkatkan prestasi siswa SD Negeri Cicalung – Jawilan.

Sedangkan secara praktis penelitian ini dapat digunakan oleh praktisi pendidikan dan insan pembelejaran sebagai berikut:

1. Peneliti

Penelitian ini menjadi tahap belajar yang mendalam tentang penelitian pendidikan, serta berbagai metodologi dan penggunaan media pembelajaran. Dengan demikian peneliti semakin kompeten untuk menjalankan peran-peran penting dalam peningkatan kualitas pendidikan di negeri ini pada umumnya dan di daerah peneliti pada khususnya.

2. Guru

Hasil penelitian ini diharapkan memberikan informasi penting bagi guru, khususnya di tempat penelitian penulis di SD Negeri Cicalung – Jawilan untuk pengoptimalan pemanfaatan LKS oleh guru Pendidikan Agama Islam.

3. Siswa

Selain bagi guru dan untuk peneliti sendiri, hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya.

4. Sekolah

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran dalam rangkan merancang rencana pembelajaran; sebagai referensi untuk meningkatkan tatakelola dan mekanisme pengembangan kualitas pendidikan.

 5. Untuk umum/Pembaca

Untuk masyarakat secara umum penelitian ini diharapkan sebagai rujukan untuk berbagai kebutuhan. Untuk untuk pengembangan  metodologi pembelajaran maupun sebagai rujukan untuk penelitianpenelitian selanjutnya.

E.   Hipotesis Penelitian

Hipotesa adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melaui data yang terkumpul. Sedangkan Sutrisno Hadi, hipotesis adalah dugaan yang mungkin benar atau salah, dia akan ditolak jika salah atau palsu dan akan di terima jika fakta-fakta membenarkannya.[12]

Sehubungan dengan rumusan masalah yang dikemukakan, maka terdapat dua hipotesis dalam penelitian ini yang perlu dibuktikan kebenarannya yaitu :

Ho   :   Tidak ada Pengaruh Penggunaan Lembar Kerja Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Bidang Studi PAI di SD Negeri CicalungJawilan.

H1  :   Terdapat pengaruh Penggunaan Lembar Kerja Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Bidang Studi PAI di SD Negeri CicalungJawilan.

F.  Sistematika Penelitian

Sistematika pembahasan dalam penelitian ini terbagi kedalam lima bab, sebagai berikut :

Bab I adalah Pendahuluan ; terdiri atas Latar Belakang Masalah, Identifikasi Masalah, Rumusan Masalah, Batasan Masalah, Tujuan Penelitian, Kegunaan Penelitian, dan Sistematika Penelitian.

Bab II adalah Kajian Pustaka; terdiri atas Lembar Kerja Siswa, Prestasi belajar siswa, dan Bidang Studi PAI.

Bab III adalah Metode Penelitian; terdiri atas Pendekatan Penelitian, Kancah Penelitian, Metode Penelitian dan Rancangan Siklus Penelitian, Subyek Penelitian, Prosedur Penelitian, Teknik Pengumpulan Data, Instrumen Pengumpulan data, Teknik Pengumpulan data, dan Analisis Data.

Bab IV adalah Hasil Dan Pembahasan Penelitian ; terdiri atas Deskripsi Hasil  Penelitian, dan Pembahasan.

Bab IV adalah Kesimpulan Dan Saran-Saran; terdiri atas Kesimpulan, dan Saran-saran.

DAFTAR PUSTAKA

 

Akhyar dan Musta’in. 1991. Pengembangan dan Inovasi Kurikulum. Jakarta: Rajawali Pers.

 Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

 Arsyad, Azhar. 2009. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.

 Azhar, Lalu Muhammad. 1997. Proses Belajar Mengajar Pola CBSA. Surabaya: Usaha Nasional.

 Bafadal, Ibrahim. 2004. Manajemen Perlengkapan Sekolah: Teori dan Aplikasinya. Jakarta: Bumi Aksara.

 Belawati, Tian, dkk.. 2003. Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Universitas Terbuka.

 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1999. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

 Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Standard Kompetensi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah.Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

 Djamarah, Syaiful Bahri. 2005. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Aneka Cipta.

 Djamarah, Syaiful Bahri. 1994. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya: Usaha Nasional.

 Hamalik, Oemar. 1994. Media Pendidikan. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

 Herlika. 2006. Analisis LKS Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi di MAN Malang. Malang: UIN Sunan Ampel.

 Miles, Mattew B dan Huberman, Michael. 1992. Analisis data Kualitatif. Jakarta: UI Press.

 Moleong, L. J.. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdyakarya.

 Moleong, Lexy J.. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosda.

 Muhaimin, dkk.. 1996. Strategi Belajar Mengajar: Penerapan dalam Pembelajaran Pendidikan Agama. Surabaya: Karya Anak Bangsa.

 Nursisto. 2002. Peningkatan Prestasi Sekolah Menengah: Siswa. Pendidikan dan Orang Tua. Jogjakarta: Insan Cendikia.

 Rooijakkers, Ad.. 1993. Mengajar dengan Sukses: Petunjuk untuk Merencakan dan Menyampaikan Pengajaran. Jakarta: Grasindo.

 Siasiati, Hiba. 2005. Analasis Buku Teks Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas IV SDN Sumbermulyo 1 Jogoroto Jombang. Malang: UIN Sunan Ampel Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam.

 Silberman, Melvin L.. 2009. Active Learning: 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Nuansa.

 Sujana, Nana. 1989. CBSA dalam Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sumber Baru.

 Usman, Moh. Uzer dan Setiawan, Lilis. 1993. Upaya Optimlisasi Kegiatan Belajar Mengajar. Bandung: Rosda.

 Tian Belawati, dkk.. 2003. Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Universita Terbuka.

 Suryabrata, Sumadi dan Modjiono. 2002. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali


[1] Muhaimin, MA dkk., Strategi Belajar Mengajar: Penerapan dalam Pembelajaran Pendidikan Agama, Karya Anak Bangsa, (Surabaya: 1996), hal. 75.

[2] Tian Belawati, dkk., Pengembangan Bahan Ajar, Universitas Terbuka, (Jakarta: 2003), hal. 2.

[3] Ibrahim Bafadal, M.Pd., Manajemen Perlengkapan Sekolah: Teori dan Aplikasinya, Bumi Aksara, Jakarta: 2004, Hal. 13.

[4] Op. cit., hal. 4-5.

[5]Ad. Rooijakkers, Mengajar dengan Sukses: Petunjuk untuk Merencakan dan Menyampaikan Pengajaran, Grasindo, (Jakarta: 1993), hal. 141.

[6] Moh. Uzer Usman dan Lilis Setiawan, Upaya Optimlisasi Kegiatan Belajar Mengajar, Rosda, (Bandung: 1993), hal. 137.

[7] Nursisto, Peningkatan Prestasi Sekolah Menengah: Siswa, Pendidikan dan Orang Tua, Insan Cendikia, (Jogjakarta: 2002), hal. 73

[8] Nana Sujana, CBSA dalam Proses Belajar Mengajar, Sumber Baru, (Bandung: 1989), hal. 134.

[9] Lalu Muhammad Azhar, Proses Belajar Mengajar Pola CBSA, Usaha Nasional, (Surabaya: 1997), hal. 78.

[10] Hiba Siasiati, Analasis Buku Teks Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas IV, UIN Sunan Ampel Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam, (Malang: 2005), hal. 83-84.

[11] Melvin L. Silberman, Active Learning: 101 Cara Belajar Siswa Aktif, Nuansa, (Bandung: 2009), hal. 254.

[12] Suharsimi Arikonto,Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: Bina Aksara, 1987), h. 52

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: