Oleh: kreatifitasdircom | Mei 17, 2011

MAKALAH SARANA PENDIDIKAN ISLAM

KATA PENGANTAR

Bissmillahirrahmanirahim

Dengan rahmat dan ridho Allah swt penyusun dapat menyelesaikan makalah ini, yang tujuan penyusunan makalah merupakan sebagai tugas mata kuliah Pendidikan Agama Islam pada program jurusan Tarbiyah semester VI.

Pada kesempatan ini penyusun membahas tentang sarana pendidikan agama Islam yang merupakan hal penting dalam proses belajar mengajar, karena tanpa adanya sarana kegiatan tersebut tidak akan dapat berjalan dengan baik, adapun jenis-jenis sarana tersebut akan dibahas lebih lanjut pada isi pembahasan makalah ini.

Akhirnya penyusun mohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam sistematika, penulisan atau tata bahasa dalam makalah ini, dan kritik dan saran yang obyektif akan kami tampung demi peningkatan pengetahuan.

                                                                           Jawilan, Mei 2011
                                                                                    Penyusun
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR …………………………………………………………………………………….. …. i
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………………………….. …. ii
BAB I    PENDAHULUAN ……………………………………………………………………………… …. 1
A.  Latar Belakang Masalah ……………………………………………………………… …. 1
B.  Rumusan Masalah ……………………………………………………………………….. …. 2
C. Batasan Masalah ………………………………………………………………………….. …. 3
D. Tujuan Penyusunan ……………………………………………………………………….. …. 3
E. Manfaat Penyusunan …………………………………………………………………….. …. 3
BAB II   PEMBAHASAN ……………………………………………………………………………….. …. 4
A. Sarana Pendidikan ………………………………………………………………………… …. 4
B. Sarana Pendidikan Agama Islam ……………………………………………………. …. 6
C.  Peranan Sarana Pendidikan  …………………………………………………………. …. 6
D. Prinsip-prinsip Pengembangan Sarana Pendidikan …………………………… …. 7
E. Beberapa Patokan Memilih dan Menggunakan Sarana Pendidikan ….. …. 7
BAB III  PENUTUP ……………………………………………………………………………………….. …. 8
A. Kesimpulan Sarana Pendidikan Agama Islam …………………………………. …. 8
B. Saran – saran ……………………………………………………………………………….. …. 8
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………………………. …. 9
ii
BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah

Alat pendidikan adalah suatu tindakan / perbuatan / situasi / benda yang sengaja diadakan untuk mempermudah pencapaian pendidikan. Alat pendidikan dapat juga di sebut sebagai sarana / prasarana pendidikan. Sarana pendidikan terbagi kepada dua bagian yaitu : Pertama, Sarana fisik pendidikan; Kedua, Sarana non fisik pendidikan.
1. Sarana Fisik Pendidikan.
a) Lembaga Pendidikan
Lembaga atau badan pendidikan adalah organisasi atau kelompok manusia, yang memikul tanggung jawab atas terlaksananya pendidikan. Lembaga pendidikan ini dapat berbentuk formal, informal, dan non formal.
Secara formal pendidikan di berikan di sekolah yang terkait aturan – aturan tertentu, sedangkan non formal di berikan berupa kursus-kursus yang aturannya tidak terlalu ketat, dan yang secara informal pendidikan di berikan di lingkungan keluarga.
b) Media Pendidikan.
Media disini berarti alat-alat / benda-benda yang dapat membantu kelancaran proses pendidikan, Seperti: OHP, Komputer, dan sebagainya.
1

2. Sarana Non Fisik Pendidikan

Yaitu alat pendidikan yang tidak berupa bangunan tapi berupa materi atau pokok-pokok pikiran yang membantu kelancaran proses pendidikan. Sarana pendidikan non fisik ini terdiri dari :
a) Kurikulum
Kurikulum merupakan bahan-bahan pelajaran yang harus di sajikan dalam proses pendidikan dalam suatu sistem institusional pendidikan. Dalam IPI kurikulum merupakan komponen yang amat penting karena juga sebagai alat pencapaian tujuan pendidikan itu. Selain itu kurikulum yang diberikan di upayakan agar anak didik dapat hidup bahagia di dunia dan akhirat.
1
b) Metode
Metode dapat di artikan sebagai cara mengajar untuk pencapaian tujuan. Penggunaan metode dapat memperlancar proses pendidikan sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif dan efisien.
Metode-metode tersebut, seperti: Metode Ceramah, Metode Tanya jawab, Metode Hafalan, Cerita, Diskusi, dan lain-lain.
c) Evaluasi
Evaluasi merupakan suatu cara memberikan penialaian terhadap hasil belajar murid. Evaluasi dapat berbentuk tes dan non tes.
Evaluasi tes dapat berupa: essay, tes objektif, dan sebagainya. Sedangkan evaluasi non tes dapat berupa: penilaian terhadap kehadiran, pengendalian diri, nalar, dan pengalaman.
d) Manajemen
Pengelolaan yang baik dan terarah sangat diperlukan dalam mengelola lembaga pendidikan agar tujuan yang di harapkan dapat tercapai. Pengembangan sistem pendidikan islam membutuhkan manajemen yang baik. Perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, penempatan pegawai, dan pengawasan yang baik akan memperkuat pendidikan Islam sehingga out put yang di hasilkan akan berkualitas dan dapat menjawab tantangan zaman.
e) Mutu Pelajaran
Peningkatan mutu pelajaran tidak terlepas dari peningkatan kualitas tenaga pengajar. Kualitas tenaga pengajar ini dapat di usahakan melalui bimbingan, penataran, pelatihan, dan lain-lain.
B. Rumusan Masalah
Dalam perumusan masalah terdapat beberapa point yang berhubungan dengan pendidikan agama Islam diantaranya adalah :
1.      Alat Pendidikan Agama Islam
2.      Kurikulum Pendidikan Agama Islam
3.      Metode Pendidikan Agama Islam
4.      Management Pendidikan Agama Islam
5.
2

Sarana Pendidikan Agama Islam

C. Batasan Masalah
Adapun dalam makalah ini penyusun hanya akan membahas tentang sarana pendidikan agama Islam.
D. Tujuan Penyusunan
      Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah :
1.      Untuk mengetahui tentang sarana pendidikan
2.      Untuk mengetahui tentang pendidikan agama Islam
3.      Untuk megetahui tentang sarana pendidikan agama Islam
E.  Manfaat Penyusunan
      Manfaat dari penyusunan makalah ini terdiri dari :
1.      Untuk penulis sebagai tugas mata kuliah Pendidikan Agama Islam
2.      Untuk STAI Assalamiyah Jawilan sebagai arsip untuk perpustakaan
3.      Untuk pembaca sebagai bahan acuan dalam penyusunan makalah yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Islam
3

 

BAB II
PEMBAHASAN
A. Sarana Pendidikan
1. Pengertian
Secara singkat pengertian sarana pendidikan dapat dibagi menjadi dua, yaitu pengertian sarana pendidikan secara umum dan pengertian sarana pendidikan secara khusus. Secara umum sarana pendidikan merupakan semua fasilitas yang menunjang proses pencapian tujuan pendidikan yang meliputi personil, kurikulum, benda, dan biaya. Secara khusus sarana pendidikan diartikan sebagai semua benda bergerak maupun tidak bergerak yang digunakan dalam proses belajar mengajar agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan lancar, teratur, efektif, dan efisien.
2. Ruang Lingkup
Menurut Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0222b/0/1980 ruang lingkup sarana pendidikan adalah sebagai berikut.
1) Sarana fisik sekolah
a) Bangunan sekolah
b) Perabot sekolah
c) Sarana Tata Usaha
2) Media pendidikan
a) Perangkat keras
b) Perangkat lunak
3) Alat Peraga dan /atau Praktik (APP)
a) Alat peraga
b) Alat praktik
4) Perbukuan Sekolah
a) Buku Teks Utama
b) Buku Teks Pelengkap
c) Buku Bacaan
Sebenarnya tidak ada aturan baku tentang apa saja sarana pengajaran yang harus ada. Tapi memang siapapun mengakui, semakin lengkap dan berkualitas sarana belajar mengajar yang dimiliki sekolah tentu akan bisa menjadikan proses belajar mengajar semakin baik.
4

Paling tidak, negara punya kewajiban untuk menyediakan:

1.      Perpustakaan umum, laboratorium, dan sarana umum lainnya di luar yang dimiliki sekolah dan PT untuk memudahkan para siswa melakukan kegiatan penelitian dalam berbagai bidang ilmu, baik tafsir, hadits, fiqh, kedokteran, pertanian, fisika, matematika, industri, dll. sehingga banya tercipta para ilmuwan dan mujtahid.
2.      Mendorong pendirian toko-toko buku dan perpustakaan pribadi. Negara juga menyediakan asrama, pelayanan kesehatan siswa, perpustakaan dan laboratorium sekolah, beasiswa bulanan yang mencukupi kebutuhan siswa sehari-hari. Keseluruhan itu dimaksudkan agar perhatian para siswa tercurah pada ilmu pengetahuan yang digelutinya sehingga terdorong untuk mengembangkan kreativitas dan daya ciptanya
3.      Negara mendorong para pemilik toko buku untuk memiliki ruangan khusus pengkajian dan diskusi yang dipandu oleh seorang alim/ilmuwan/cendekiawan. Pemilik perpustakaan pribadi didorong memiliki buku-buku terbaru, mengikuti diskusi karya para ulama dan hasil penelitian ilmiah cendekiawan.
4.      Sarana pendidikan lain, seperti radio, televisi, surat kabar, amajalah, dan penerbitan dapat dimanfaatkan siapa saja tanpa musti ada izin negara.
5.      Negara mengizinkan masyarakatnya untuk menerbitkan buku, surat kabar, majalah, mengudarakan radio dan televisi; walaupun tidak berbahasa Arab, tetapi siaran radio dan televisi negara harus berbahasa Arab.
6.      Negara melarang jual-beli dan eksport-import buku, majalah, surat kabar yang memuat bacaan dan gambar yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Termasuk melarang acara televisi, radio, dan bioskop yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.
7.      Negara berhak menjatuhkan sanksi kepada orang atau sekelompok orang yang mengarang suatu tulisan yang bertentangan dengan Islam, lalu dimuat di surat kabar dan majalah. Hasil karya penulis dapat dipakai kapan saja dengan syarat harus bertanggung jawab atas tulisannya dan sesuai dengan aturan Islam.
8.      Seluruh surat kabar dan majalah, pemancar radio& televisi yang sifatnya rutin milik orang asing dilarang berredar dalam wilayah Khilafah Islamiyah. Hanya saja, buku-buku ilmiah yang berasal dari luar negeri dapat beredar setelah diyakini di dalamnya tidak membawa pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan Islam.
Saat ini, perkembangan sarana belajar semakin meningkat. Hal ini tidak bisa dipungkiri, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan tekhnologi, kebutuhan untuk terus meningkatkan kemampuan peserta didik juga dibutuhkan. Mulai dari komputer,laptop, LCD, ataupun berbagai kelengkapan multimedia lainnya.
5

Ada satu catatan pribadi dari penulis. Untuk siswa tingkat dasar (ibtidaiyah), meskipun saat ini perkembangan sarana multimedia semakin lengkap, hendaknya pengajar dan sekolah lebih kreatif untuk memanfaatkan sarana dan media dari alam secara langsung. Hal ini akan membantu proses keimanan siswa kepada Allah. Kekaguman mereka terhadap hal-hal yang terjadi di sekitar mereka bisa langsung tertuju kepada Allah terlebih dahulu, sebagai pencipta alam semesta, bukan kepada pakar-pakar pencipta kecanggihan tekhnologi.

B. Sarana Pendidikan Agama Islam

Dalam UU Sistem pendidikan Nasional No.23 Th. 2003 Menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang Beriman, Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berakhlaq Mulia, sehat, Berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Adapun Sarana pendidikan Agama Islam antara lain:
·        Buku Kurikulum untuk guru
·        Buku pedoman untuk guru
·        Buku teks untuk peserta didik
·        Alat peraga membaca Al-Qur’an
·        Gambar dan market tempat ibadah untuk TK
·        Gambar orang yang sedang melakukan Wudhu
·        Gambar orang yang sedang melakukan sholat
·        Perlengkapan Shalat.
Disamping itu masih banyak sarana yang diharapkan pengadaannya melalui swadaya misalnya:
·        Mushaf Al – Qur’an
·        Media Pendidikan Agama Islam
·        Buku – Buku perpustakaan
·        Buku penunjang baik untuk guru maupun siswa
·        Buletin Sekolah.
C.  Peranan Sarana Pendidikan
Beberapa peranan sarana pendidikan dapat dikemukakan antara lain:
a.
6

Sebagai unsur pencapaian tujuan, maksudnya sarana pendidikan bukan semata-mata sebagai alat bantu atau alat pelengkap, melainkan bersama-sama dengan bahan pelajaran dan metode berperan dalam proses kegiatan belajar mengajar agar tujuan pembelajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan.

b.      Sebagai pengembang kemampuan, terutama alat-alat atau media yang dapat dimanipulasi/ dirakit/ dimodifikasi atau yang sengaja direncanakan untuk meningkatkan kemampuan atau keterampilan tertentu, misalnya kemampuan mengamati, menafsirkan, menyimpulkan, merakit alat, mengukur, memilih alat yang tepat.
c.       Sebagai katalisator dalam proses pemahaman bahan kajian/ pelajaran, misalnya melalui alat yang diperagakan, dipraktekan, atau pengalaman langsung
d.      Sebagai pembawa informasi, terutama dalam bentuk media, misalnya gambar, radio, televisi, film, slide.
D. Prinsip-prinsip Pengembangan Sarana Pendidikan
a.       Sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
b.      Desain alat disesuaikan dengan sifat percobaan yang berorientasi pada
c.       pendekatan pelacakan dan pendekatan proses.
d.      Murah dan efektif dalam penggunaan.
e.       Tiap komponen alat mempunyai kegunaan ganda.
f.        Tiap proses dapat diamati dengan jelas.
g.       Dapat diproduksi di Indonesia dengan bahan-bahan yang terdapat di dalam
h.       negeri.
i.         Kuat, sederhana dan menarik.
j.        Mudah dirawat dan tidak membahayakan
E. Beberapa Patokan Memilih dan Menggunakan Sarana Pendidikan
Dalam KBM, sarana pendidikan sangat membantu guru maupun murid dalam mencapai tujuan pengajaran/ pembelajaran, oleh karena itu dalam memilih dan menentukan APP/ Media perlu diperhatikan beberapa hal berikut.
a.       Menarik perhatian dan minat siswa.
b.      Meletakkan dasar-dasar untuk memahami sesuatu hal secara konkrit yang sekaligus mencegah atau mengurangi verbalisme, namun demikian jangan sampai menghambat kemampuan abstraksi siswa sesuai dengan tingkat kemampuan berfikirnya.
c.       Merangsang tumbuhnya pengertian dan usaha mengembangkan nilai-nilai
d.      Serbaguna dan berfungsi ganda.
e.       Sederhana, mudah digunakan dan mudah dirawat.
f.        Dapat dibuat sendiri oleh guru dan atau murid/siswa ataupun diambil dari lingkungan sekitar.
7
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan Sarana Pendidikan Agama Islam
1.      Sarana pendidikan Islam merupakan pendukung proses pencapaian tujuan dalam memahami pendidikan agama Islam.
2.      Penerapan sarana pendidikan Islam harus merupakan sesuatu yang mengenai sasaran sesuai dengan materi pendidikan agama Islam.
3.      Sarana pendidikan memberikan peluang lebih banyak kepada siswa untuk mengembangkan diri dalam proses pemahaman materi pendidikan agama Islam.
B. Saran – saran
1.      Penggunaan sarana pendidikan harus bersifat meningkatkan minat siswa dalam belajar
2.      Dengan sarana pendidikan harus dapat merangsang siswa untuk mengembangkan pengertian pada suatu pembahasan materi.
3.      Dianjurkan kepada setiap tenaga pengajar agar menerapkan sarana pendidikan yang tepat dalam setiap penyampaian materi sehingga proses KBM terkesan lebih produktif dan menyenangkan.
8

 

DAFTAR PUSTAKA
Kerr, J.F. (1993) “Practical Work In School Science”, Leicester University Press.
Keith Warres & Norman K. Lowe ‘ The Production of School ScienceEquipment”
Thompson, J.J (ed). 1975 . “ Practical Work In Sixxth form Science” Science
Centre Department of Educational Studies University of Oxford
Woolnough, B & Allsop, T., (1985), “Practical Work In Science”,Cambridge University Press
PDF created with pdfFactory Pro trial version http://www.pdffactory.com prototipe/andrian 10 3/31/2010
About these ads

Responses

  1. Kekurangan didalam meneliti dan memberi dalil 2 tentang islam..kebanyakan terlalu umum..


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: